EVALUASI KESESUAIAN LAHAN KOMODITAS PERTANIAN DI DATARAN TINGGI DISTRIK MINYAMBOUW KABUPATEN MANOKWARI

Nainggolan, Tona Arasy (2013) EVALUASI KESESUAIAN LAHAN KOMODITAS PERTANIAN DI DATARAN TINGGI DISTRIK MINYAMBOUW KABUPATEN MANOKWARI. Masters thesis, Universitas Negeri Papua.

[img]
Preview
Text
Nainggolan,Tona.A_Evaluasi Kesesuaian Lahan Komoditas Pertanian Di Dataran Tinggi Distrik Minyambouw.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstract

TONA ARASY NAINGGOLAN. Evaluasi Kesesuaian Lahan Komoditas Pertanian di Dataran Tinggi Distrik Minyambouw, Kabupaten Manokwari. Dibimbing oleh Sartji Taberima dan Samsul Bachri. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi karateristik sumberdaya lahan untuk tanaman pertanian yang tersebar di Distrik Minyambouw Kabupaten Manokwari, serta mengevaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman pertanian dan menetapkan peruntukan lahan untuk komoditas unggulan tanaman pertanian b. Penelitian ini telah berlangsung selama empat bulan yakni dari bulan Mei 2012 hingga September 2012. Analisis data dilakukan secara tabulasi berdasarkan hasil observasi contoh tanah di lapangan yang ditunjang dengan hasil analisis sifat fisik dan kimia tanah di laboratorium. Selanjutnya untuk penentuan klasifikasi tanah menggunakan kunci taksonomi tanah, sistem klasifikasi USDA dan evaluasi kesesuaian lahan menggunakan system matching (mencocokan), serta membandingkan antara kualitas dan sifat-sifat lahan dengan kriteria kelas kesesuaian lahan yang telah disusun berdasarkan kriteria kesesuaian lahan untuk komoditas pertanian. Berdasarkan hasil analisa penilaian data fisik dan kimia tanah yang dipadukan dengan kriteria kelas kesesuaian lahan untuk komoditas pertanian, yaitu: tanaman kentang, wortel, nenas, strawberri dan markisa diketahui bahwa lokasi 1 kampung Demaisi mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas bahaya erosi adalah lereng. Lokasi 2 kampung Imbekti mempunyai nilai kesesuaian lahan aktual, pada jenis tanaman strawberri S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas lereng, jenis tanaman markisa mempunyai nilai kesesuaian aktual S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas curah hujan, lereng dan batuan di permukaan, sedangkan jenis tanaman kentang, wortel mempunyai nilai kesesuaian lahan aktual S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas lereng, batuan di permukaan, dan untuk jenis tanaman nenas mempunyai nilai kesesuaian lahan aktual S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas temperatur, lereng dan retensi hara, serta batuan yang terdapat di permukaan lahan. Lokasi 3 kampung Awibei memiliki kelas kesesuaian lahan aktual, yaitu sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas utama adalah bahaya erosi (lereng) pada jenis tanaman kentang, wortel, nenas, strawberri dan markisa. Lokasi 3 kampung Awibei, untuk jenis tanaman wortel, nenas dan strawberri memiliki nilai kesesuaian lahan aktual S3 dengan faktor pembatas adalah retensi hara. Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka perbaikan fungsi lahan pertanian di dataran tinggi dengan kawasan miring, seperti daerah penelitian ini, ditemukan faktor pembatas adalah lereng (15-30 %), namum daerah ini cukup baik untuk lahan pertanian. Dalam suatu arahan konservasi, upaya pengendalian erosi di lahan pertanian berlereng atau miring dengan tetap menjaga keseimbangan sumberdaya alam, dan berkelanjutan. Teknologi yang sesuai adalah pembuatan teras untuk budidaya tanaman kentang, wortel, markisa dan nenas, dengan adanya pembuatan teras maka batuan di permukaan akan berkurang seiring adanya usaha yaitu pengelolahan lahan dalam pengerjaan pembuatan teras, sedangkan budidaya strawberri tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tetapi bisa juga di lahan yang sempit dengan menggunakan polibag. Budidaya tanaman strawberri dalam polibag bisa digunakan pada lahan miring, selain itu dikembangkan dalam skala komersial, tentu dengan pengetahuan dan kemauan. Usaha perbaikan untuk faktor pembatas retensi hara yaitu kejenuhan basa adalah dengan cara pemupukan untuk menaikan nilai kation – kation basa yaitu Ca dan Na yang rendah pada Lokasi 3 kampung Awibei. Dengan adanya upaya atau usaha perbaikan yang dilakukan, maka kelas kesesuaian lahan naik 1 tingkat, sehingga kelas kesesuaian potensial untuk lokasi 1 kampung Demaisi pada jenis tanaman kentang, wortel, strawberri, nenas dan markisa menjadi S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas lereng, retensi hara, sedangkan pada jenis tanaman nenas dan markisa mempunyai faktor pembatas S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas curah hujan dan temperatur. Lokasi 2 kampung Imbekti menjadi cukup sesuai (S2) dengan faktor pembatas, temperatur, curah hujan, retensi hara, dan batuan di permukaan, sedangkan pada jenis tanaman kentang dan wortel menjadi S1 (sangat sesuai). Lokasi 3 menjadi cukup sesuai (S2) dengan faktor pembatas retensi hara dan lereng pada jenis tanaman kentang dan markisa, sedangkan pada jenis tanaman wortel, nenas dan strawberri menjadi S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas retensi hara (kejenuhan basa).

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian dan Teknologi Pertanian > Jurusan Agroteknologi
Depositing User: Mr Manuel Paulus Rumayomi
Date Deposited: 02 Apr 2013 02:40
Last Modified: 02 Apr 2013 03:25
URI: http://eprints.unipa.ac.id/id/eprint/772

Actions (login required)

View Item View Item